Manusia akan mempunyai reaksi bermacam-macam jika dihadapkan pada suatu kondisi. Terima kasih kepada teknologi, reaksi tersebut semakin mudah untuk diunggah ke dunia maya. Sudah lumrah jika reaksi masyarakat muncul dalam bentuk status, komentar, ataupun tweet dalam jejaring sosial. Kemajuan ini rupanya tidak dibarengi oleh kedewasaan. Kadang kala, manusia lebih vokal menyuarakan reaksi negatif atas suatu peristiwa di jejaring sosial. Atau kadang kita sendiri yang khilaf, mengeluh di jejaring sosial. Kalau sudah begitu, jejaring sosial akan menjadi aliran negatif untuk hidup kita.
Kata-kata negatif akan mempengaruhi alam bawah sadar kita. Penelitian yang dilakukan oleh Bargh, Chen dan Burrows (1996) mengungkapkan bahwa kata-kata negatif yang masuk ke dalam diri secara tidak langsung akan mempengaruhi perilaku kita sehari-hari. Parahnya, segala sesuatu yang negatif juga akan menarik hal-hal yang negatif pula ke diri kita. Terdengar paranoid, tapi begitulah faktanya.
Semua kembali kepada cara kita dalam menyikapi sesuatu. Jangan sampai kemajuan teknologi, memudahkan kita untuk memproduksi hal-hal negatif dengan lebih mudah. Kalau sedang ada masalah, jangan langsung ketik dan mengunggahnya di jejaring sosial. Ingat, jejaring sosial adalah tempat publik. Mengunggah masalah pribadi di jejaring sosial sama saja dengan berteriak di tengah pasar.
Hadapi masalah anda dengan positif di jejaring sosial. Manfaatkan waktu anda untuk berpikir, cari cara agar masalah anda dapat menjadi pelajaran bagi follower ataupun teman anda di jejaring sosial. Rubah masalah anda menjadi motivasi dan inspirasi bagi orang lain. Kebaikan yang anda sebarkan pasti akan bergulir, membola-salju dan akhirnya kembali lagi ke anda.
Be positive!:)